Trunyan sendiri diambil dari kata Taru dan Menyan, taru artinya pohon
dan menyan artinya harum, sehingga pohon yang berbau harum diyakini
dapat menyerap bau, sehingga mayat tidak mengeluarkan bau. Konon karena
perintah raja, khawatir dengan pohon menyan yang baunya harum dan
menyengat hidung, membuat banyak orang yang akan mencarinya, nah untuk
menghindari hal ini, maka di bawah pohon ditaruh jenazah-jenazah yang
diharapkan mengeluarkan bau busuk, jenazah yang diharapkan akan
mengeluarkan bau busuk ternyata tidak mengeluarkan bau sama sekali dan
taru menyanpun tidak mengeluarkan bau harum lagi. Dan tradisi ini masih
berlangsung sampai sekarang. Tapi tidak semua jenazah di biarkan di alam terbuka di bawah taru
menyan, tempat ini hanya diperuntukkan bagi yang meninggal sudah dewasa,
meninggal secara normal dan tidak cacat, untuk jenazah bayi di kubur
seperti biasanya di Sema Muda dan jenazah yang cacat, meninggal karena
tidak normal karena bunuh diri, dibunuh, kecelakaan dikuburkan di Sema
bantas.
Kamis, 03 Januari 2013
Tradisi Penguburan Mayat di Desa Trunyan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar