Kamis, 03 Januari 2013

Tradisi Penguburan Mayat di Desa Trunyan

         Keunikan tradisi pemakaman mayat di Desa Trunyan sampai sekarang ini masih mejadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh warga setempat. Prosesi orang meninggal di Bali, biasanya dikubur ataupun dibakar. Tapi kalau di desa Trunyan tidak seperti itu, tubuh orang yang sudah meninggal melalui sebuah prosesi dan akhirnya dibungkus dengan kain kapan, dan selanjutnya ditaruh di atas tanah di bawah taru menyan, dikelilingi anyaman dari pohon bambu atau yang disebut ancak saji. Unik bukan…yang cukup aneh juga mayat tidak mengeluarkan bau sedikitpun. jadi kalu kebetulan anda wisata ke Bali dan mengunjungi tempat ini tidak perlu takut dengan bau yang menyengat, karena mungkin bau tersebut sudah diserap oleh Taru/ pohon Menyan yang tumbuh besar di areal pemakaman. Desa Trunyan memang merupakan desa Tua di Bali, yang masih memegang teguh warisan dan tradisi leluhur.

Tradisi Omed-Omedan

         Tradisi omed-omedan ataupun med-medan yang berarti tarik-menarik dalam bahasa Indonesia, ini diikuti oleh pemuda dan pemudi yang belum menikah, berumur antara 17-30 tahun, med-medan atau tarik-menarik diikuti adegan berciuman antara satu pemuda dan pemudi.Tradisi ini memang tergolong sangat unik dan membuat kita penasaran, prosesi ini hanya dirayakan sehari setelah upacara Nyepi atau pada hari Ngembak Geni, tanggal 1 pada tahun Baru Caka kalender Bali. Tradisi unik ini dirayakan di desa Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar. Prosesi omed-omedan ini di mulai dari acara persembahyangan bersama, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok pemuda dan pemudi yang saling berhadapan, saling tarik-menarik, berpelukan dan berciuman ditonton oleh ribuan warga, bagi yang tidak berhasil mencium pasangannya dihadiahi siraman air sehingga menambah keriuhan suasana. Jika anda sedang wisata ataupun liburan ke Bali, coba saja saksikan tradisi unik ini, hanya sekitar 15 menit dengan kendaraan dari bandara.

Rabu, 02 Januari 2013

Budaya Megibung

     Megibung adalah salah satu tradisi unik yang ada di Bali. Yaitu suatu tradisi makan bersama dalam suatu wadah.Dalam kegiatan ini semua warga dapat mangkan dengan puas tanpa rasa sungkan,disana juga warga dapat saling bertukar pikiran,bersendagurau dan menjalin hubungan yang lebih erat ke sesamanyanya. Tanpa memperdulikan status sosial maupun jenis kelamin.
    Budaya ini mulai dikenalkan oleh raja karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Karangasem sekitar tahun 1614.Ada beberapa etika yang perlu diperhatikan saat megibung dilaksanakan yaitu kita harus cuci tangan terlebih dahulu sebelum makan, tidak menjatuhkan sisa suapan disekitar makanan,tidak mengambil makanan disebelah kita,dan jika sudah merasa kenyang kita tidak boleh meninggalkan tempat itu. Walaupun aturan aturan tersebut tidak tertulis,tapi aturan tersebut selalu dilaksanakan setiap upacara megibung dilaksanakan.^^

Upacara Ngaben


     Ngaben adalah salah satu budaya yang ada di Pulau Bali. Upacara ngaben adalah proses pembakaran mayat yang bertujuan untuk menyucikan roh leluhur yang telah meninggal. Dan tradisi ini masih dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat di Bali. Menurut agama Hindu terutama di Bali,masyarakat percaya bahwa tubuh manusia terdiri dari badan kasar dan badan halus. Badan kasar terdiri dari 5 unsur yaitu zat padat,cair,panas,angin dan ruang hampa. 

Bali


Bali

Bali memiliki banyak warisan budaya yang masih merekat erat pada masyarakatnya itu sendiri,juga dengan berbagai tradisi unik yang masih dijalani oleh masyarakatnya sampai saat ini. Budaya dan tradisi tersebut memiliki ciri khasnya masing masing sesuai adat di desa tempat tinggalnya,banjar dll. Budaya tersebut lah yang membuat Bali menjadi tempat tujuan wisata bagi turis asing atau dalam negri.

S Pink Premium - Handwriting